Minggu, 12 Januari 2014

cerahnya matahari

Matahari membelalakkan matanya!
dia marah?
kamu tahan sama dia?
kau hanya tersenyum..
sepatumu membawamu berjalan,
cerahnya menerangi jalanmu..


Saat dia berada tepat di kepalamu,
hujan datang merintik,
hujan datang bersama angin. hijaukan daun
Hatimu senang. Lukisan alam menampakkan garis-garisnya.
Saat dia meredup bersama hujan, pelangi datang menghampiri,

semburat warna lembut memperlihatkan warna-warni hatimu,
Senyummu mengembang..


kini ia meredup, cerahnya memberimu pemahaman.

Perwira Fitri

Kicau burung menyuarakan kedamaian

Sinar mentari tersenyum di peraduan

Bayang-Mu hadirkan kerinduan



Seuntai mutiara putih berkilau

Indah terpapah sang Sinar

Ada sepasang pipit memukau

Mengepak sayap berpijar




Bulir embun di pagi itu

Mensucikan bak Bidadari

Aku hanyut dalam peluk-Mu


Perwira sejati menuju Fitri

Rabu, 08 Januari 2014

Hujan


Terik matahari menghangatkan bumi, menyinarinya tanpa batas.
Siang membuatnya terjaga, dan
membuat bunga tersenyum, tumbuh, serta berkembang.

***

Hujan mampu mendatangkan dingin pada hati yang meradang,

kadang membuat hati menjadi banjir.

karena titik airnya selalu datang bergerombol,


Gerombol titik air, ia hanya berani datang bersamaan.

Kedatangan mereka tak pernah seorang diri,

Sama seperti perasaan, senang, sedih, gembira, pengecut, semuanya merancau.

Begitulah misteriusnya hujan


***


Titik hujan merangkai lukisan di kaca jendela,

Menghadirkan episode di masa lalu

Hujan tak akan menjanjikan apa-apa..

(mungkin menyejukkan, mungkin menghanyutkan)

Senin, 06 Januari 2014

senyumnya

Matahari membelalakkan matanya!

dia marah?
kamu tahan sama dia?
kau hanya tersenyum..
sepatumu membawamu berjalan,
berjalan menapaki satu arah,
cerahnya menerangi jalanmu..


Saat dia berada tepat diatas kepalamu,
hujan datang merintik,
hujan datang bersama angin. hijaukan daun
Hatimu senang. Lukisan alam menampakkan garis-garisnya.


Saat dia meredup bersama hujan, pelangi datang menghampiri,
semburat warna lembut memperlihatkan warna-warni hatimu,
Senyummu mengembang..
rintik hujan berderai sama seperti hatimu yang sendu
kau tak sanggup mengatakannya.


Dinginnya sepoi angin membuatmu menggidik.
sebentar lagi mungkin air matamu ikut turun,
sabar. semuanya tidak akan bertahan lama,
keadaannya akan berganti dengan yang lain


kini ia meredup, cerahnya memberimu pemahaman,
ada yang bisa kau nyatakan,
ada yang harus kau endapkan sementara,
ada juga yang membuatmu mengerti.


Tersenyumlah saat matahari ke peraduannya,
bulan yang redup akan memberimu waktu.
Waktu untuk merenung,
renungi semua yang membuatmu sendu.


Perbaiki sikapmu untuk menghadapi esok hari,
percantik langkahmu.
semuanya tidak akan selamanya
pilih siapapun yang pernah ada di posisimu,
bisikan padanya kalau punya pernyataan


coblong,
jam istirahat

atasan

Nasihat Ika memulai hari ini:
'jadi atasan jangan sombong, di tanah abang atasan dijual 100rb tiga!'

*psssst! atasan mulai tahun baru, atasanku ada "dibawah" *
(ini mahhh buat atasanku yang (hampiiir.. saja.. ),
aku tolak dia! ga sudi jadi bawahan dia *maaales*

***

sebagian orang yang memperlakukan bawahannya demikian sombong,
sebagian lagi cukup kooperatif,
yang lainnya, kejam! dia memposisikan se-fleksible apa yang dia hadapi

namun, yang harus dicamkan, mempunyai posisi itu penting
hanya menjadi rajin dengan maunya kamu,
skill yang diolah menyesuaikan dengan keadaan kamu,
kamu sesuaikan saja, begitu endapmu dalam hati

kalau kamu menemukan jalan yang sulit,
atasanmu berhak tau apa yang kamu hadapi.
atasanmu seharusnya memahami,
dan dia juga yang harus tau ketahanan kamu menghadapinya

Roda kehidupan berputar,
suatu hari kamu akan menepati tempatnya, bisa jadi,
dia bisa sama dengamu suatu saat,
pengalaman dan waktu akan membuktikannya.

Ini soal keahlian.
saling menghargai dan saling menghormati,
kalian sama denganku,
satu sama lainnya,
cuma soal waktu dan pengalaman

Mungkin tentang pertanyaan.
setiap orang diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan,
keadaan seharusnya kadang tidak sama dengan kenyataan,
kamu merencanakan sesuatu tapi jalannya terjal.
Kadang kamu dihadapi delusi masa depan
bukankah setiap orang punya antusiasme yang belum tentu berpedoman pada sasaran dan arah yang sama?
hormatilah misteri kehidupan,
berhenti sejenak,
secepat mungkin bangkit lagi,
sambut dengan kerendahan hati

Rabu, 01 Januari 2014

The Road Not Takken

Two road divergen in a yellow wood,
And sorry I could not travel both
And be one traveler, long I stood
And looked down one as far as I could
to where it bent in the undergrowth;

Then took the other, as just as fair,
And having perhaps the better claim,
Because it was grassy and wanted wear;

Though as for that the passing there
Had worn them really about the same,

And both that morning equally lay
In leaves no step had trodden black.

Oh, I kept the first for another day!
Yet knowing how way leads on to way,
I doubted if I should ever come back.

I shall be telling this with a sigh
Somewhere ages and ages hence :
Two roads divergen in a wood, and I -
took the one less traveled by,
And that has made all the difference

New You

"Happy New You!"


Hanya itu yang aku bisa katakan..

Tahun baru bukan ritualku. Selesai jam sepuluh selalu saja saya sudah terlelap dibuai mimpi. Mimpi entah cerita apa si pendongeng berceloteh melewati pukul 00:00. aku menggidik dikejar dateline.

***

Yang lainnya aku suka mimpi, aku menjalani hidup yang jarang kualami di dunia nyata. Aku suka keadaan ini. Menghilang dari orang-orang yang menatapku curiga. Yang lainnya, aku menjelajahi semua rasaku.

Aku suka menulis kalimat, aku suka memenjarakan situasi dalam bingkai frame satu detik. Kemudian keduanya berada dalam gambar bercerita. Dan aku menghambur pada orang-orang yang tersenyum padaku. Sirat makna dari karyaku diperbincangkan. Aku tidak peduli. Aku hanya menyampaikan yang aku rasa, dan pemahaman itu..

Rasamu mungkin bukan rasamu. Namun rasa itu membuncah. Aku terbangun!

***

Seseorang telah menunggu ku. November menyisakan cerita manis buat kita